SPORTO ENTERTAINMENT
Penyakit Kelamin Gonore

Kebal Semua Antibiotika, Penyakit Kelamin Gonore Jadi Superbug

WHO keluarkan peringatan serius, adanya penyakit kelamin gonore yang kebal semua antibiotika. Sekitar 80 juta orang di seluruh dunia terinfeksi penyakit ini setiap tahunnya.

SPORTONEWS.ID  Kasus infeksi penyakit kelamin gonore atau dikenal sebagai kencing nanah, kini terus meningkat.

Laporan WHO menyebutkan, setiap tahunnya sekitar 80 juta orang di seluruh dunia terinfeksi penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual.

Penyakit biasanya menyerang alat kelamin, dubur dan tenggorokan.

Masalah serius adalah munculnya “superbug” yakni strain gonore yang kebal semua antibiotika konvensional di pasaran.

“Sedikitnya ada tiga pasien yang terinfeksi penyakit kelamin gonore yang tidak bisa disembuhkan dengan semua jenis obat antibiotika yang ada di pasaran saat ini,” demikian laporan WHO baru-baru ini di Jenewa.

Pakar reproduksi manusia WHO, Teodora Wi mengatakan, sekitar dua pertiga negara anggota WHO melaporkan data meningkatnya kekebalan bakteri “gonococci” terhadap antibiotika konvensional.

“Kasus yang ada, ibarat puncak gunung es, karena kurangnya sistem untuk mendiagnosa dan melaporkan kasus gonore kebal antibiotika di negara-negara berkembang,” tambah Wi.

Bakteri cerdik terus lakukan evolusi

Bakteri gonore sangat cerdik dan terus melakukan adaptasi serta evolusi melawan antbiotika.

Teodora Wi menyebutkan, setiap kali dokter memberikan resep antibiotika baru, bakteri dengan cepat bereaksi mengembangkan kekebalan.

Serangan bakteri penyebab kencing nanah juga sering tidak menunjukkan gejala khas.

Pada stadium lanjut, dampak yang muncul adalah penyakit radang panggul, kehamilan di luar kandungan, kemandulan dan meningkatnya risiko terpapar HIV.

Selain itu, naiknya kasus penyakit kelamin yang kebal antibiotika dipicu penggunaan obat ini secara sembarangan.

Baik di industri peternakan yang menggunakan antibiotika secara masif, maupun akibat perilaku pasien yang menggunakan antibiotika secara tidak rasional.

Di negara miskin dan berkembang, orang yang tertular penyakit kelamin gonore biasanya mengobati diri sendiri dengan membeli antobiotika yang dijajakan di pasar.

Dampaknya, bakteri penyebab penyakit kelamin kencing nanah itu dengan cepat mengembangkan kekebalan terjadap antibiotika.

Gejala Gonore

Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari.

Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas. Sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih.

Namun demikian, infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan perdarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis.

Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’.

Diagnosis Gonore

Ada beberapa cara untuk menegakkan diagnosis gonore pada seseorang. Pada hampir sebagian besar kasus, dokter akan melakukan pengujian sampel cairan dari vagina atau penis untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Pada wanita, dokter atau perawat biasanya akan menggunakan cotton bud untuk mengambil sampel cairan di vagina atau mulut rahim.

Namun, dokter mungkin juga bisa meminta pasien untuk menggunakan tampon guna mengambil sampel cairan tersebut.  Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun pasien mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman.

Prosedur pada pria sedikit berbeda, di mana dokter mungkin akan memeriksa sampel urine pasien untuk kemudian diperiksa hasilnya di laboratorium. Pemeriksaan urine ini kurang akurat hasilnya pada pasien wanita.

Selain itu, dokter mungkin juga akan mengambil sampel cairan yang keluar di ujung penis dengan menggunakan cotton bud.

Pengobatan dan Pencegahan Gonore

Dokter biasanya akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore.

Lalu anda akan dianjurkan agar kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya.

Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif.

Anda bisa terkena penyakit gonore kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari.

Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks.

 

(Sumber : dw.com & alodokter.com)