Rudy Aryanto Tunjukkan Kekhasan Saat Garap Film Dancing in The Rain

By: Mahpud H
Senin 03 Sep 2018, 19:11:52
53
Ragam

Sportonews.id - Rudy Aryanto termasuk salah seorang sutradara muda berbakat yang sangat serius dalam menggarap film. Ia tampak tak main-main dengan konsep penyutradaraan sematang mungkin. Dalam mengarahkan pemain, ia beda dengan sutradara-sutradara lainnya.

Film-film yang disutradarainya, The Perfect Husband (2018), Surat Cinta untuk Starla the Movie (2017), Psikopat (2005), punya ciri khasnya tersendiri dan memberi kekayaan warna dalam dunia perfilman Indonesia.

Kini ia menyutradarai film produksi Screenplay Films berjudul ‘Dancing in The Rain’ yang sedari awal menunjukkan gaya khas seorang Rudy Aryanto yang selalu menunjukkan sesuatu yang baru yang belum disentuh sutradara lainnya.

“Dalam penggarapan film ini, awalnya ada upaya kita untuk bekerjasama dengan aktor-aktor yang sedang populer dengan konsep cerita yang menantang mereka untuk berbuat lebih dari segi akting,“ kata sutradara Rudy Aryanto kepada Cendana News di sela acara press junket launching trailer & poster film ‘Dancing in The Rain’ di Holdak Resto, Cibinong City Mall, Cibinong, Sabtu (1/9/2018) malam.

Sutradara jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu membeberkan, dalam film ini melahirkan karakter-karakter yang dibintangi aktor-aktor yang sedang populer, seperti di antaranya ada Dimas Anggara dan Deva Mahenra, yang keluar dari zona nyamannya.

“Dimas memerankan tokoh remaja yang autis, yang secara tidak langsung menantang dirinya untuk serius memerankannya, “ bebernya.

Selain itu, film tersebut didukung para pemeran watak yang aktingnya matang dan sangat berpengalaman, yaitu Christine Hakim, Djenar Maesa Ayu, Bunga Zaenal.

“Saya merasa film ini kumpulan para aktor yang sutradara tinggal minum kopi manis saja, karena para pemainnya sudah bermain begitu sangat baik dan matang,“ ungkapnya.

Menurut Rudy, film ini skenarionya ditulis oleh penulis skenario yang sangat berpengalaman dalam dunia perfilman, yaitu Tisa TS.

“Supervisi ceritanya adalah seorang psikolog karena cerita filmnya begitu sangat kompleks, “ paparnya.

Akting bagi Rudy adalah yang paling utama dalam sebuah film.

“Dalam hal ini, kemampuan aktor dalam melakoni sebuah peran itu adalah paling utama, yang menentukan berhasil tidaknya sebuah film,“ simpulnya.

Rudy berharap film ini tak hanya untuk hiburan semata, tapi juga dapat menyampaikan pesan moral tentang persahabatan.

“Inti cerita film ini meski suasananya tidak happy, tapi kita berusaha untuk bergembira,“ tegasnya.

Rudy memandang, perkembangan film Indonesia sudah maju dan berkrembang, yang dari segi kualitas film Indonesia sudah sekelas dengan film-film Asia lainnya, bahkan menyamai Eropa.

“Sayangnya, kelemahannya pada cerita karena sineas kita membuat film tidak melakukan riset yang mendalam. Jadi kebanyakan ceritanya masih di permukaan, tapi dari segi detail film Indonesia sekarang tidak kalah dengan film-film dari negara mana pun,“ tandasnya.


...